Tampilkan postingan dengan label Stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stories. Tampilkan semua postingan
Pemain Celtic Namai Putranya "Pirlo"

Pemain Celtic Namai Putranya "Pirlo"


Kehebatan Andrea Pirlo memikat tak hanya fans, tapi juga koleganya sesama pesepakbola profesional.
Bahkan, sebagai bentuk penghormatan untuk metronom Juventus dan timnas Italia itu, gelandang Celtic, Beram Kayal, memberi nama Pirlo untuk anak pertamanya yang baru saja lahir.

"Hari ini saya dianugerahi dengan kelahiran anak pertama saya Pirlo Kayal," demikian tulis pemain internasional Israel itu di Twitter dan Facebook.

"Istri saya dan Pirlo sama-sama sehat. Ini menjadi hari emosional, terutama untuk orang tua saya yang telah datang ke sini untuk melihat kelahiran cucu pertama mereka."

"Saya ingin berterima kasih kepada semua orang atas dukungan dan pesan mereka. Saya juga berterima kasih kepada Tuhan atas segala yang telah dianugerahkannya dan hari ini dia menganugerahi saya dengan seorang putra. #nopirlo #noparty."


Sumber : goal.com
Yayik Agus Rimbawan, Sosok Kiper Dalam dan Luar Lapangan

Yayik Agus Rimbawan, Sosok Kiper Dalam dan Luar Lapangan


Bojonegoro - Yayik Agus Rimbawan, mantan presiden JCICBojonegoro ini memang dikenal begitu antusias menyambut kegiatan-kegiatan dari komunitas pecinta juventus terbesar di Bojonegoro itu. Itu dapat dibuktikan dari intensitas kehadirannya disetiap event-event JCI Bojonegoro baik skala lokal maupun internasional.

Bapak dua anak tersebut bahkan tak jarang pula mengeluarkan dana pribadi jika memang diperlukan untuk melancarkan event-event JCI Bojonegoro, itulah mungkin sebagian alasan yang membuatnya dipercaya oleh teman-teman untuk menjabat sebagai presiden dalam dua kurun waktu periode masa jabatannya.

Ditemui dikediamannya di Rumah Dinas Duta Besar Ranting Sumberrejo di sekitar pekarangan depan RSUD Bojonegoro beliau memang tidak menampik hal itu dilakukan karena dasar totalitas.

"Yang penting jangan sampai gagal paham (salah paham : red), jaga kesehatan masing-masing, apa yang bisa dilakukan ya dilakukan, belajar untuk bisa memahami orang lain, bertanggung jawab, percayalah bahwa ada banyak hal yang tidak dapat dinilai dengan materi, insyaallah akan menghasilkan event-event yang berkualitas, Waspadalah . . Waspadalah . . ." ungkap pria yang kerap dipanggil dengan sapaan "erte" itu.

Disinggung oleh redaksi kami tentang presiden yang baru beliau mengatakan bahwa memang ini sudah waktunya yang muda berbicara, "Saya pengen pensiun dulu mas, apalagi ini dapat karunia lagi, alhamdulillah . . nyonya muda bakal kasih anak yang ketiga, jadi kan udah genap lima orang serumah sekarang, bisa langsung sparing sama JCI Bojonegoro maunya".

Teman sejawat yayik, Erwin Andriansyah yang menjabat menteri keuangan JCI Bojonegoro pada masa pemerintahannya mengungkapkan hal senada. "Yayik iku kompleks, dikegiatan apa saja relatif hadir, udah kaya W*r*nto pokoknya mas, cuman satu yang kurang kalo menurut saya, Yayik iku kurang kurus mas" kelakarnya pada redaksi koran KOMPOS. (alghzli)
Perseteruan Juventus - Inter Milan

Perseteruan Juventus - Inter Milan


Juventus adalah La Fidanza d’Italia alias kekasih Italia. Mereka dicintai publik Italia karena menjadi tim yang paling sering memenangi gelar Serie A Liga Italia. Tetapi, ketika skandal pengaturan skor yang populer dengan calciopoli mencuat pada Mei 2006, Juventus bukan lagi tim kesayangan. Mereka menjadi terdakwa dan dihukum turun ke Serie B di musim 2006/07, untuk pertama kali sepanjang sejarah.

Di saat Juventus terpinggirkan, peran sebagai tim Italia yang dikasihi, diambil alih Inter Milan. La Beneamata alias yang tercinta, begitu pers Italia menjuluki Inter yang memang bisa memaksimalkan diusirnya Juve dari “istana” Serie A. Sejak itu, Inter dominan menguasai Serie A. Di musim 2006/07, Inter memenangi gelar pertama di lapangan sekaligus mengakhiri kutukan angka 13. Sebelumnya, sejak kali terakhir memenangi Scudetto ke-13 pada 1989, Inter tak pernah juara.

Namun, bukan terusirnya mereka ke Serie B dan berpindahnya status kekasih Italia ke Inter yang membuat Juventus marah. Tetapi karena dicopotnya gelar Scudetto mereka di musim 2005/06 yang lantas diberikan ke Inter. Insiden pemberian gelar Scudetto untuk Inter, seperti menjadi bensin yang membuat kebencian Juventus-Inter kian membara.

Kisah kebencian Inter-Juventus sebenarnya sudah menyeruak di musim 1998. Saat itu, Inter yang diperkuat striker Brasil, Ronaldo, ada di posisi dua dan sangat berpeluang meraih Scudetto, away ke markas Juve dengan hanya selisih satu poin dari Juve. Inter murka karena wasit Piero Ceccarini tak memberi penalti ketika Ronaldo jelas-jelas dilanggar bek Juve, Mark Iulano. Laga pun berakhir 1-0 untuk kemenangan Juve yang lantas memenangi Scudetto. Inter kemudian menuding Juve sebagai tim favorit wasit.

Kapten juve, alessandro del piero (kiri) dan ronaldo saat bertemu di laga kontroversial di tahun 1998
Tetapi, awal hubungan buruk Inter-Juve sebenarnya dipicu di musim 1960-61. Ceritanya, Inter menghadapi Juve di Turin yang menjadi dua laga terakhir kompetisi. Tetapi, laga di Turin itu batal digelar karena tifosi Juve masuk ke lapangan. Oleh FIGC Inter lantas diberi kemenangan 2-0. Namun, keputusan itu justru dianulir sehari jelang laga terakhir. FIGC memutuskan laga ulang dengan Juve masih unggul dua poin dari Inter.

Sial bagi Inter, di pekan terakhir, mereka kalah 0-2 d markas Catania. Sementara Juve imbang dengan Bari sehingga memenangi eglar ke-12 mereka. Presiden Inter kala itu, Angelo Moratti yang merupakan ayah Massimo Moratti, bos Inter sekarang, protes keras karena menganggap dianulirnay keputusan FIGC itu karena campur tangan Umberto Agnelli, bos Juve kala itu.

Kesal, protesnya tak ditanggapi, Moratti lantas memberi perintah Helenio Herrera, pelatih Inter kala itu agar memainkan tim primavera saat tanding laga ulang melawan Juve pada 10 Juni 1961 yang berakhir dengan skor mencolok, 9-1 untuk kemenangan Juve.

Dan Minggu 13/2) malam waktu setempat atau Senin (14/2) dini hari waktu Indonesia, Juventus akan kembali bentrok dengan Inter di Turin dalam laga yang di Italia disebut Derby d‘Italia.

Kebencian itu pun langsung menyeruak. Sentimen anti Juve langsung disuarakan Iner Milan. Bos Inter, Massimo Moratti, kembali mengungkit kenangan calciopoli dengan menyebut Juventus tidak akan mendapatkan kembali Scudetto 2006 yang sudah diberikan ke Inter.Memang, akhir tahun kemarin, Juve berjuang lewat pengadilan olahraga agar gelar itu kembali jadi milik mereka.

“Calciopoli itu skandal sangat serius. Scudetto 2006? Saya pikir tidak ada alasan untuk menyerahkannya kepada Juventus,” seloroh Moratti.

Jika di era 90-an lalu, Juve lebih diunggulkan tiapkali bertemu Inter, kali ini situasi berbalik. Inter yang sejak dipegang Leonardo menang tujuh kali dalam delapan laga dan mencetak 24 gol, kali ini menjadi favorit. Tidak peduli laga akan dimainkan di Turin, markas Juve. Bahkan, matan bos Juve yang jadi otak skandal calciopoli, Luciano Moggi, terang-terangan menyebut Inter akan menang.

“Hati saya bertaruh untuk Juventus, tetapi nalar teknik saya menfavoritkan Inter. Mereka kini tim yang lebih kuat,” sebut Moggi.

Toh, musim lalu, Juve yang tidak diunggulkan, nyatanya bisa membalik prediksi dan mampu menang. Karena itu, Juve yakin akan bisa kembali menang meski dengan status outsider. Apalagi, satu kekalahan Inter sejak dilatih Leonardo adalah kalah dari Udinese yang berkostum putih-hitam (bianconeri). Skornya pun mencolok, 1-3 pada 23 Januari lalu. Sebagai tim yang juga berkostum putih-hitam, Juve ingin mengikuti jejak Udinese.

“Ini saatnya mengalahkan Inter. Kami akan bermain terbuka dan mencetak gol lebih banyak dari mereka,” ujar Luca Toni, striker Juve.

Source : olahraga.kompasiana.com
Emilio Audero Mulyadi, Kiper Juventus Asal Indonesia

Emilio Audero Mulyadi, Kiper Juventus Asal Indonesia


Euforia kedatangan Juventus ke Indonesia telah mencapai puncaknya Rabu malam (6/8/2014) lalu. Skill para pemain Juventus jelas terlihat jauh berada di atas para pemain yang tergabung di dalam ISL All Star. Predikat mereka sebagai pesepakbola profesional enggak perlu diragukan lagi. ISL All Star dibantai Juventus dengan skor mencolok, 1 - 8.

Nah, kalau bicara soal pemain Juventus, ada satu fakta menarik tentang salah satu sosok pemain klub berlambang zebra itu. Sudah ada yang pernah mendengar pemain Juventus bernama Emilio?

Kalau belum, Emilio adalah kiper cadangan Juventus yang turut dibawa dalam Tur Asia Pasifik 2014, termasuk ke Jakarta.

Lantas, apa spesialnya kiper cadangan Juventus itu? Selain usianya yang masih sangat muda, 17 tahun, kiper Juventus Primavera itu ternyata memiliki setengah darah Indonesia. Tidak hanya itu aja, dia juga lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Indonesia.

Pria bernama lengkap Emilio Audero Mulyadi itu lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada tanggal 18 Januari 1997. Orangtua Emil adalah Oom Edy Mulyadi, orang Indonesia yang berasal dari Nusa Tenggara Barat, sedangkan ibunya berasal dari Italia.

Perjalanan karir sang kiper yang akrab disapa Emil itu bermula ketika keluarganya pindah ke kampung halaman sang Ibu, di Italia, pada tahun 2007 lalu. Saat itu, Emil yang masih berusia 10 tahun telah menunjukkan bakat besarnya sebagai calon pemain sepak bola.

Setelah melanglang buana ke beberapa klub dan akademi sepakbola di Italia, akhirnya Emil mendapat kesempatan untuk ikut seleksi pemain Juventus Allievi (Sejenis U-17 Juventus). Singkat cerita, Emil terpilih, dan bakatnya sukses menarik perhatian para staf pelatih Juventus.

Kecemerlangan Emil bermain di tim muda Juventus akhirnya sampai juga di telinga Pelatih Kepala Juventus saat itu, Antonio Conte. Keputusan Conte bukan tanpa alasan kuat, Emil tercatat pernah mendapatkan penghargaan sebagai The Young Italy Talents of The Future 2012.

Nah, kejelian Conte sebagai pelatihlah yang akhirnya membuat Emil sempat merasakan berlatih bersama tim utama Juventus di tahun 2013 lalu, ketika itu Juventus akan menghadapi Sampdoria dalam lanjutan Serie-A.

Walaupun belum pernah diturunkan di tim inti Juventus, tapi banyak staf pelatih Juventus yang yakin karir Emil di Juventus masih cukup panjang, dan bukan nggak mungkin nantinya karirnya di Timnas Italia juga turut berkembang.

Source : kompas.com
Juventus First Story

Juventus First Story



Klub Juventus memiliki nama asli Juventus Football Club S.p.A. Klub asal Italia tersebut memiliki banyak sekali nama julukan, diantaranya adalah La Fidanzata d’Italia (Kekasih Italia), La Vecchia Signora (Nyonya Tua), Le Zebre (Si Zebra), IL Bianconeri (Putih Hitam) dan Signora Omicidi (wanita Pembunuh).

Juventus berdiri pada tanggal 1 November 1897. Di dalam sejarahnya, Juventus pertama kali didirikan oleh murid-murid asal sekolah Massimo D’Azeglio Lyceum yang ada di Turin pada tahun 1897, nama awal dari Klub Juventus sendiri adalah Sport Club Juventus. Namun Baru dua tahun nama tersebut dibuat kemudian diganti namanya menjadi Foot-Ball Club Juventus.

Pada tahun 1906, Klub Juventus mengalami perpecahan di tubuh internal. Beberapa orang staff memutuskan meninggalkan Klub Juventus.

Aksi ini kemudian diikuti pula oleh Presiden Alfredo Dick yang selanjutnya ia mendirikan sebuah klub yang diberi julukan FBC Torino. Emblem Juventus mengalami perubahan kecil. Modefikasi dilakukan hingga musim 2004-2005 hingga klub ini mengalami perubahan seperti saat sekarang.

Juventus dikenal sebagai salah satu klubbola yang sering pindah-pindah stadion. Dua tahun lamanya Juventus bermain di Parco del Valentino dan Parco Cittadella, setelah itu pada tahun 1897 dan tahun 1898, klub tersebut selanjutnya bermain di Piazza d’Armi Stadium hingga tahun 190, kecuali tahun 1905 dan 1906, yakni pada saat klub ini berkandang di Corso de Umberto.

Dalam sejarahnya, Juventus merupakan klub Italia paling sukses. Juventus berhasil mengumpulkan 40 tropi yang selanjutnya mengantarkan Juventus menjadi salah satu klub terbaik di dunia. Juventus mengumpulkan 11 tropi internasional, yakni rekor sembilan dari titel kompetisi UEFA serta dua buah gelar juata dunia.

Hal ini menjadikan Juventus sebagai tim ke tiga yang paling sering kompetisi di Eropa sekaligus urutan ke enam di dunia untuk even kompetisi internasional yang diadakan antar klub.

Juventus juga merupakan klub di Seri A Italia yang dinobatkan sebagai klub peraih juara paling banyak dengan 27 buah gelar serta memegang rekor juara tersebut secara berturut-turut, yakni dari tahun 1930-1931 hingga tahun 1934-1935.

Juventus berhasil memenangi Coppa Italia sebanyak sembilan kali kemenangan, dan hingga saat ini masih tercatat mampu memegang rekor kemenangan pertandingan secara keseluruhan.

Juventus cukup identik dengan identitas warna hitam putih dengan motifnya zebra. Sebelum tahun 1903, Juventus sempat dikenal dengan kostum warna hitam dan merah muda. Adapun penggantian warna kostum tersebut konon disebabkan karena adanya kesalahan pencucian kostum pemain.

Salah seorang ayah dari pemain Juventus melakukan kesalahan dengan mencuci kostum hitam dan merah muda tersebut terlalu pudar pada bagian merah mudanya sehingga menjadi warna putih. Adapun kostum warna hitam putih Juventus, untuk pertama kalinya diimpor dari negara Inggris, yakni dari Nottingham.

Menurut La Repubblica, Klub Juventus merupakan klub dengan jumlah basis massa pendukung terbanyak di seluruh dunia. Diprediksi ada ekitar 170 juta tifosi Juventus yang menyebar di seluruh dunia, di mana 43 juta orang fans Juventus tersebut diprediksi berdomisili di Benua Eropa.

Juventus merupakan salah satu dari tiga klub di Italia yang mampu go public, sekaligus memiliki tempat di bursa saham negara Italia. Sementara dua tim lainnya yang juga menduduki posisi serupa adalah Klub Lazio dan Roma. Juventus dikenal sebagai klub yang memiliki didikan keras. Seluruh pemainnya diwajibkan berambut rapi dan memperhatikan pendidikan. Setiap pemain diharuskan menyelesaikan pendidikannya.

Source : analisabola.com
Scirea, Simbol Kejujuran dan Kesetiaan

Scirea, Simbol Kejujuran dan Kesetiaan


3 September, Juventus Football Club memperingati hari dimana Gaetano Scirea meninggalkan kita dalam sebuah kecelakaan fatal.
Tepat 25 tahun lalu saat Gaetano Scirea, peraih juara dunia dan menjadi pemain belakang Juventus untuk waktu yang cukup lama dari 1974 hingga 1988, secara tragis wafat di Polandia.
Karir sweeper ini bersama Juventus hasilkan 14 trofi, termasuk tujuh gelar juara Serie-A, dua gelar Coppa Italia dan satu Piala Eropa (kini dikenal dengan Liga Champions Eropa) sebelum akhirnya pensiun pada 1988.
Segera setelah mengumumkan pensiunnya, si Nyonya Tua menugaskan Scirea sebagai pencari bakat (scout) dan sungguh sayang, kecelakaan fatal merenggutnya saat ia sedang dalam tugas.
Gai, demikian Ia biasa dipanggil,  sedang melakukan perjalanan ke Polandia pada pertengahan musim panas tahun 1989 untuk menyaksikan Gornik Zabrze, calon lawan Bianconeri di Piala UEFA secara langsung, saat ia akhirnya meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil sepulangnya dari menyaksikan laga.
Warisan Juventus dari Scirea tetap hidup bahkan hingga 25 tahun setelah kematiannya. Profesionalisme, dedikasi, dan integritas yang ia tunjukkan selama bersama klub terus menjadi teladan bagi kita semua.
Seluruh pihak Juventus Football Club turut memberikan dukungan kepada keluarganya di saat berkabung ini.

Source : juventus.com
JCI Chapter Bojonegoro Hall of Fame 2013

JCI Chapter Bojonegoro Hall of Fame 2013



JUNI - SEPTEMBER 2012
10 Juni - IDE AWAL Pembentukan JCI Chapter BOJONEGORO - HALAMAN DPRD BJN - 4 Orang
02 Juli - Nonbar Final EURO Italia vs Spanyol - HALAMAN DPRD BJN - 5 Orang

18 JULI - KOPDAR PERTAMA JCI Chapter BOJONEGORO - ALUN2 BOJONEGORO - 13 ORANG
26 JULI - FUTSAL PERDANA JCI Chapter BOJONEGORO - HW FUTSAL - 20 ORANG
29 JULI - Rapat Pembentukan Pengurus JCI Chapter BOJONEGORO - ALUN2 BOJONEGORO - 22 ORANG

12 AGUSTUS - Rapat AGENDA KEGIATAN JCI Chapter BOJONEGORO - ALUN2 BOJONEGORO - 23 ORANG
17 AGUSTUS - PERESMIAN JCI Chapter BOJONEGORO DN BUKBER - Kediaman Kukuh & Friends
29 AGUSTUS - FUTSAL KEDUA JCI Chapter BOJONEGORO - HW FUTSAL - 23 ORANG

02 SEPTEMBER - FUN FUTSAL JCI Chapter BOJONEGORO - BSC FUTSAL - 27 ORANG
05 SEPTEMBER - SPARING FUTSAL JCI C BJN VS RSUD BJN - BSC FUTSAL - 25 ORANG
07 SEPTEMBER - SPARING FUTSAL JCI C BJN VS RAWI FC - BSC FUTSAL - 25 ORANG
08 SEPTEMBER - NGOPI BERSAMA - WARKOP APOLLO - 17 ORANG
09 SEPTEMBER - FUN FUTSAL JCI Chapter BOJONEGORO - BSC FUTSAL - 33 ORANG
13 SEPTEMBER - SPARING FUTSAL JCI C BJN VS BHAYANGKARA - BSC FUTSAL - 23 ORANG
14 SEPTEMBER - TAUSIYAH PERTAMA JCI C BOJONEGORO - BASE CAMP - 10 ORANG
16 SEPTEMBER - FUN FUTSAL JCI Chapter BOJONEGORO - BSC FUTSAL - 27 ORANG
20 SEPTEMBER - NONBAR CHELSEA VS JUVENTUS - BIOSKOP 3D BJN - 15 ORANG
21 SEPTEMBER - TAUSIYAH ISLAMI RUTIN JCI C BJN - BASE CAMP - 8 ORANG
23 SEPTEMBER - MENGHADIRI ULTAH MILANISTI BJN - HW FUTSAL - 25 ORANG
30 SEPTEMBER - NONBAR JUVENTUS VS ROMA - CAFE DEWAKA - 23 ORANG
30 SEPTEMBER - FUN FUTSAL JCI Chapter BOJONEGORO - BSC FUTSAL - 27 ORANG

05 OKTOBER   - TAUSIYAH ISLAMI RUTIN JCI C BJN - BASE CAMP - 9 ORANG
06 OKTOBER   - SPARING FUTSAL JCI C BJN VS SKILL FC - BSC FUTSAL - 17 ORANG
07 OKTOBER   - FUN FUTSAL JCI Chapter BOJONEGORO - BSC FUTSAL - 22 ORANG
07 OKTOBER   - NONBAR SIENA vs JUVENTUS - CAFE DEWAKA - 27 ORANG
12 OKTOBER   - TAUSIYAH ISLAMI RUTIN JCI C BJN - BASE CAMP - 8 ORANG
13 OKTOBER   - SPARING FUTSAL JCI C BJN VS B-FRESH - HW FUTSAL - 20 ORANG
13 OKTOBER   - NGOPI BERSAMA JCI C BJN - 12 ORANG
14 OKTOBER   - MENGHADIRI ULTAH JCI C TUBAN - WISATA PRATAAN - 8 ORANG
14 OKTOBER   - FUN FUTSAL JCI Chapter BOJONEGORO - BSC FUTSAL - 25 ORANG
19 OKTOBER   - TAUSIYAH ISLAMI RUTIN JCI C BJN - BASE CAMP - 7 ORANG
20 OKTOBER   - SPARING FUTSAL JCI C BJN VS PUMPUNGAN - HW FUTSAL - 21 ORANG
20 OKTOBER   - NONBAR JUVENTUS VS NAPOLI - CAFE DEWAKA - 27 ORANG
23 OKTOBER   - SPARING FUTSAL JCI C BJN VS ADIRA - BSC FUTSAL - 17 ORANG
26 OKTOBER   - TAUSIYAH DN MAKAN SATE BERSAMA JCI CB - BASE CAMP - 15 ORANG
28 OKTOBER   - SPARING FUTSAL JCI C BJN VS MAHASISWA SBY - BSC FUTSAL - 20  ORANG
28 OKTOBER   - FUN FUTSAL JCI Chapter BOJONEGORO - BSC FUTSAL - 25 ORANG
28 OKTOBER   - NONBAR CATANIA VS JUVENTUS - CAFE DEWAKA - 20 ORANG

01 NOVEMBER  - RAPAT BAHAS BAKSOS ULTAH JUVENTUS - PMI BJN - 15 ORANG
02 NOVEMBER  - TAUSIYAH ISLAMI RUTIN JCI C BJN - BASE CAMP - 9 ORANG
04 NOVEMBER  - NONBAR JUVENTUS VS INTER MILAN - PMI BJN - 27 ORANG
04 NOVEMBER  - BAKSOS DONOR DARAH ULTAH JUVENTUS - PMI BJN - 70 ORANG
04 NOVEMBER  - FUN FUTSAL JCI CHAPTER BOJONEGORO - BSC BJN - 35 ORANG
06 NOVEMBER  - RAPAT BAKSOS HARI AIDS SEDUNIA - PMI BJN - 12 ORANG
11 NOVEMBER  - NONBAR PESCARA VS JUVENTUS - PMI BJN - 23 ORANG
11 NOVEMBER  - FUN FUTSAL JCI CHAPTER BOJONEGORO - BSC BJN - 25 ORANG
15 NOVEMBER  - RAPAT BAKSOS HARI AIDS SEDUNIA - PMI BJN - 15 ORANG
16 NOVEMBER  - GATHNAS JCI SEMARANG - WATERPARK SEMARANG - 2 ORANG
16 NOVEMBER  - TAUSIYAH ISLAMI RUTIN JCI C BJN - BASE CAMP - 9 ORANG
17 NOVEMBER  - SPARING JCI C BJN vs SUMBEREJO - BSC FUTSAL - 13 ORANG
17 NOVEMBER  - NONBAR JUVENTUS VS LAZIO - PMI BJN - 30 ORANG
18 NOVEMBER  - FUN FUTSAL JCI CHAPTER BOJONEGORO - BSC BJN - 25 ORANG
20 NOVEMBER  - SPARING FUTSAL JCI C BJN vs ANDORA - HW FUTSAL - 17 ORANG
21 NOVEMBER  - NONBAR JUVENTUS vs CHELSEA - PMI BJN - 33 ORANG
23 NOVEMBER  - TAUSIYAH ISLAMI RUTIN JCI C BJN - BASE CAMP - 10 ORANG
24 NOVEMBER  -  SPARING FUTSAL JCI C BJN vs PAPUA - HW FUTSAL - 18 ORANG
25 NOVEMBER  - JOGGING PAGI ANGGOTA JCI C BJN - ALON2 BJN - 8 ORANG
25 NOVEMBER  - ON AIR RADIO LIVE PREDIKSI - BASS FM BJN - 10 ORANG
25 NOVEMBER  - FUN FUTSAL JCI CHAPTER BOJONEGORO - BSC BJN - 23 ORANG
26 NOVEMBER  - NONBAR MILAN vs JUVENTUS - PMI BJN - 35 ORANG
30 NOVEMBER  - TAUSIYAH ISLAMI RUTIN JCI C BJN - BASE CAMP - 9 ORANG

01 DESEMBER  - BAKSOS penyebaran pita and Brosur anti aids - JALAN RAYA - 15  ORANG
01 DESEMBER  - BAZAR JCI CB DALAM RANGKA HARI AIDS - PMI BJN - 25 ORANG
01 DESEMBER  - PENTAS SENI DN NONBAR TIMNAS vs MALAYSIA - PMI BJN - 100 ORANG
02 DESEMBER  - NONBAR JUVENTUS vs TORINO - PMI BJN - 20 ORANG
02 DESEMBER  - FUN FUTSAL JCI CHAPTER BOJONEGORO - BSC BJN - 17 ORANG
06 DESEMBER  - SPARING FUTSAL JCI CHAPTER BJN vs PASSIS SIMO - HW FUTSAL -  20 ORANG
07 DESEMBER  - TAUSIYAH ISLAMI RUTIN JCI C BJN - BASE CAMP - 5 ORANG
09 DESEMBER  - FUN FUTSAL JCI CHAPTER BOJONEGORO - BSC BJN - 23 ORANG
09 DESEMBER  - STREAMBAR PALERMO VS JUVENTUS - PMI BJN - 12 ORANG

Bulan JANUARI - .... 2013 (to be continue)
THE KING OF LEGEND JUVENTUS FC

THE KING OF LEGEND JUVENTUS FC




FW Alessandro Del Piero ( 667 MAIN -285 GOL )


FW Pietro Anastasi  
FW Roberto Baggio
FW Romeo Benetti
FW Roberto Bettega
MF Carlo Bigatto
FW Giampiero Boniperti
FW Felice Borel IIº
DF Sergio Brio
GK Gianluigi Buffon
DF Antonio Cabrini
DF Umberto Caligaris
MF Mauro Camoranesi
MF Fabio Capello
MF Franco Causio
FW John Charles
GK Gianpiero Combi
MF Antonio Conte
DF Antonello Cuccureddu
MF Edgar Davids
MF Luis del Sol
MF Didier Deschamps
MF Angelo Di Livio
DF Ciro Ferrara
MF Giuseppe Furino
DF Claudio Gentile
FW John Hansen
DF Paolo Montero
MF Pavel Nedvěd
FW Raimundo Orsi
DF Carlo Parola
GK Angelo Peruzzi
DF Gianluca Pessotto
MF Michel Platini
DF Pietro Rava
FW Fabrizio Ravanelli
DF Virginio Rosetta
FW Paolo Rossi
DF Sandro Salvadore
DF Gaetano Scirea
GK Lucidio Sentimenti IVº
FW Omar Sivori
MF Alessio Tacchinardi
GK Stefano Tacconi
MF Marco Tardelli
DF Moreno Torricelli
FW David Trézéguet
FW Gianluca Vialli
MF Zinédine Zidane
GK Dino Zoff
Copyright © 2014 Juventini Bojonegoro All Right Reserved